Senin, 21 April 2014

Tangisan alam ku

disudut kota dari kejauhan aku memandang
lirih hati dan gunda gulana masih saja terpikir olehku
betapa ratapan negeriku semakin menjadi-jadi
tata kota yang membuat ku ingin merubahnya

namun aku adalah insan manusiawi
yang punya keterbatasan atas kodratnya
sebagai wanita aku mempunyai keterbatasan
tak semudah yang dipikirkan
sulit untuk menatanya kembali tanpa kebersamaan

Tidakkah kita sadar
betapa alamku telah menangis ?
mereka hanya dapat berpangku tangan
seolah tak mau tahu dengan problema negeri ini
atau mereka berpura-pura tidak tahu
menutup mata dan telinga untuk sebuah perubahan

mengapa susah mengabdi untuk negeri kelahiran sendiri ?
bagaimana mungkin generasi kita akan bertahan dengan kondisi yang rusak
apakah tidak ada keinginan untuk merubah alam?
 apakah kita tega melihat alam yang begitu indah ini , menjadi rusak   ?










Tidak ada komentar:

Posting Komentar